HERMENEUTIKA GADAMER
A.
Biografi
Gadamer
Hans Gadamer lahir di Marburg tahun 1900, di belajar filsafat
dengan Nikolai Hartman dan Martin Heidegger serta pernah kuliah dengan Rudofl
Bulmann ia merupakan seorang teolog Protestan.
Pendidikannya, tahun 1992 beliau mendapat gelar Doktor filsafat,
dan di tahun yang sama ia menjadi ”privatdizent” di Marburg kemudian di tahun
1937 beliau memperoleh gelar Professor di Marburg., sejak tahun 1949 hingga
pensiun beliau mengajar di Heidelberg.
Karya beliau yang sangat terkenal ialah ”Wahrheit und Methode” ,
karya beliau tidak hanya itu saja, seperti Wirkungsgeschichtliches
Bewusstsein, dan Philosophische Lehrjahre, dan masih banyak lagi
karya-karya Gadamer.
B.
Latar
belakang pemikiran Gadamer
Pemikiran Gadamer sedikit-banyak terkontaminasi oleh Martin
Heidegger yang gagasan-gagasannya tentang Fenomologi. Heidegger berpendapat
bahwa apa yang membedakan tentang eksistensi manusia adalah Dasein,
kesadaran manusia memproyeksikan benda-benda yang ada di dunia dan juga waktu
yang sama di tundukkan dunia kodrat eksistensinya yang sebenarnya di dunia.
Gadamer telah mengadopsi pemikiran Heidegger yakni pedekatan
situasional yang telah di aplikasikan dalam karyanya adalah ”Wahrheit und
Methode”.
Selain pemikirannya terpengaruh oleh Heidegger, pemikiran beliau
juga terpengaruh oleh Plato, Hegel, beberapa tema Neo-Kantianime. Beliau
melihat ada kesinambungan antara Neo-Kantianime dengan fenomenologi Hussrel. Perlu
diketahui bahwa Hermeneutika Gadamer dekat Hegel dan semua metafisika sebelum
Heidegger.
Gadamer menolak konsep hermeneutik sebagai Metode. Meskipun
hermeneutik menurut dia adalah pemahaman, namun ia tidak menyatakan bahwa pemahaman
itu bersifat metodis.
C.
Pemikiran
Gadamer tentang Hermeneutika
Gadamer mengawali aktivitas hermeneutiknya dalam bidang seni dan
sejarah. Ia sangat perhatian pada bidang seni. Baginya hermeneutik adalah seni,
bukan kerja metodologis. Pemahaman adalah jiwa hermeneutik, karenanya pemahaman
tidak dapat dijadikan sebagai pelengkap proses mekanis-metodologis.
Untuk
memudahkan cara kerja hermeneutika dalam bidang seni dan sejarah, Gadamer
membahas secara panjang lebar 4 konsep tentang manusia memperkaya hermeneutika.
4 konsep ini sekaligus merupakan faktor yang terdapat dalam menafsirkan, 4
koensp tersebut yakni Bildung (Kebudayaan), Sense Communis (Pertimbangan
yang baik), Sense (Selera).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar