Selasa, 18 November 2014

Gadamer



HERMENEUTIKA GADAMER
A.    Biografi Gadamer
Hans Gadamer lahir di Marburg tahun 1900, di belajar filsafat dengan Nikolai Hartman dan Martin Heidegger serta pernah kuliah dengan Rudofl Bulmann ia merupakan seorang teolog Protestan.
Pendidikannya, tahun 1992 beliau mendapat gelar Doktor filsafat, dan di tahun yang sama ia menjadi ”privatdizent” di Marburg kemudian di tahun 1937 beliau memperoleh gelar Professor di Marburg., sejak tahun 1949 hingga pensiun beliau mengajar di Heidelberg.
Karya beliau yang sangat terkenal ialah ”Wahrheit und Methode” , karya beliau tidak hanya itu saja, seperti Wirkungsgeschichtliches Bewusstsein, dan Philosophische Lehrjahre, dan masih banyak lagi karya-karya Gadamer.
B.     Latar belakang pemikiran Gadamer
Pemikiran Gadamer sedikit-banyak terkontaminasi oleh Martin Heidegger yang gagasan-gagasannya tentang Fenomologi. Heidegger berpendapat bahwa apa yang membedakan tentang eksistensi manusia adalah Dasein, kesadaran manusia memproyeksikan benda-benda yang ada di dunia dan juga waktu yang sama di tundukkan dunia kodrat eksistensinya yang sebenarnya di dunia.
Gadamer telah mengadopsi pemikiran Heidegger yakni pedekatan situasional yang telah di aplikasikan dalam karyanya adalah ”Wahrheit und Methode”.
Selain pemikirannya terpengaruh oleh Heidegger, pemikiran beliau juga terpengaruh oleh Plato, Hegel, beberapa tema Neo-Kantianime. Beliau melihat ada kesinambungan antara Neo-Kantianime dengan fenomenologi Hussrel. Perlu diketahui bahwa Hermeneutika Gadamer dekat Hegel dan semua metafisika sebelum Heidegger.
Gadamer menolak konsep hermeneutik sebagai Metode. Meskipun hermeneutik menurut dia adalah pemahaman, namun ia tidak menyatakan bahwa pemahaman itu bersifat metodis.
C.     Pemikiran Gadamer tentang Hermeneutika
Gadamer mengawali aktivitas hermeneutiknya dalam bidang seni dan sejarah. Ia sangat perhatian pada bidang seni. Baginya hermeneutik adalah seni, bukan kerja metodologis. Pemahaman adalah jiwa hermeneutik, karenanya pemahaman tidak dapat dijadikan sebagai pelengkap proses mekanis-metodologis.
Untuk memudahkan cara kerja hermeneutika dalam bidang seni dan sejarah, Gadamer membahas secara panjang lebar 4 konsep tentang manusia memperkaya hermeneutika. 4 konsep ini sekaligus merupakan faktor yang terdapat dalam menafsirkan, 4 koensp tersebut yakni Bildung (Kebudayaan), Sense Communis (Pertimbangan yang baik), Sense (Selera).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar