Sejenak Bersama
HERMENEUTIKA HEIDEGGER
A.
Biografi
Heidegger
Martin Heidegger biasa di panggil
Heidegger merupakan seorang pemikir yang orisinal dan mandiri. Lahir pada
tanggal 26 September 1889 di Messkirch Baden, Jerman. Anak dari seorang ayah
yang berprofesi sebagai Pastur di Gereja Katholik Santo Mortus.
Beliau mendapat gelarnya di
Universitas Freiburg dalam bidang Filsafat. Ia pernah menjadi seorang Asisten
Edmund Husserl (penggagas Fenomelogi), ia juga pernah menjadi seorang guru
besar Filasafat di Universitas Masburg. Karya –karyanya beliau ada banyak
berikut sebagian karya Heidegger Sein und Zeit (Boeing The Time), merupakan
karyanya yang paling monumental, Einfuhrung in Sie Methaphisic.
B.
Latar
belakang pemikiran
Pemikiran awal Heidegger di
pengaruhi Husserl walaupun begitu usaha Heidegger untuk keluar dari pengaruh
Hussrel sangat kuat. Edmund merupakan pendiri dan tokoh utama aliran
fenomelogi. Heidegger tertarik dengan pertanyaan ADA. Gagasan tentang ADA berasal
dari Parmenindes dan merupakan salah satu pemikiran utama Filsafat Barat.
Menurut Heidegger pertanyaan mengenai ADA telah di pengaruhi Metafisik Plato.
Beliau mengkritik Descrates “Aku Berpikir, maka Aku Ada”, kemudian ia ubah
menjadi “Aku Ada, maka Aku Berpikir. Heidegger mengarah pada Metakritik atas kritik-kritik Kant,
beliau menganggap sebagai tugas penyelidikan yang bersifat Ontologis di
bandingkan Logis.
C.
Pemikiran
Heidegger tentang Hermeneutika
Hakikat eksistensi menurutnya ialah melampaui dan berada di atas
kesadaran subjektivitas, dan Terdapat indikasi bahwa Heidegger menganggap
Hermeneutik sebagai Fenomena dengan segala dimensinya yang asli. Tetapi
Heidegger membatasi filsafat fenomeloginya dan kembali pada sumber Yunani untuk
istilah fenomelogi dan memandangnya di
susun dari 2 unsur yakni Phenomenon dan logos.
Dalam Ontology- Hermeneutik of Facticity, beliau merumuskan
proyek penyelidikan fenomelogis yang di sebut sebagai “hermeneutic of
Facticity”. Ontologi dalam pemikiran Heidegger tidak di maksud mempelajari
ADA dalam arti metafisik tradisional. Yang dilakukan Heidegger adalah kembali
kepada ADA yang paling asli ketika ADA belum di salah pahami. ADA-nya Heidegger
bertolak dari ADA partikular yang menanyakan ADA, ADA partikular ini di namakan
Dasein.
Dasein secara harfiah berarti
“ADA-DI-SANA”. Kehadiran Dasein tidak bersifat statis melainkan bersifat
bersifat dinamis. Yang dimaksud Ontology menurutnya adalah sebuah penyelidikan
mengenai kehidupan taktis dasein sebagai ADA partikular dalam
tempolaritasnya.
Contoh fenomena ini ialah hermenetik yang dalam bidangnya
menguraikan perjalanan sejarah Diana hermenetik di definisikan ulang sejak masa
klasik hingga sekarang, artinya pemahaman tidak didasarkan pada berbagai
kategori dan kesadaran kemanusiaan. Tetapi muncul dari manifestasi-manifestasi
objek yang kita hadapi berupa kebenaran yang kita persepsikan. Pemahaman ini
bukan pemahaman yang stabil(tetap) tetapi yang terbentuk secara historis dan berkembang
dalam menghadapi fenomena.
Pemahaman bukanlah potensi untuk merasakan pemahaman pribadi lain.
Pemahaman bukanlah sesuatu yang dapat di
hasilkan, namun merupakan salah satu bentuk eksistensi di dunia ini.
Secara alami, teks tidaklah dianggap sebagai ekspresi dari
kebenaran internal sebagaimana syair tidak mengungkapkan sisi-sisi internal
kepada kita, melainkan dianggap sebagai pengalaman eksistensial. Dalam
pemahaman dan interpretasi terhadap teks, kita tidak berawal dari kekosongan
melainkan kita memulai dari pengetahuan awal tentang teks. Bahkan mereka tidak
memiliki konsep adanya eksistensi seperti pengetahuan ini atau menyangkalnya.
Di sisi lain, kita tidak menemukan di luar bingkai ruang dan waktu namun kita
dapat temukan dalam situasi yang terbatas.
Heidegger
membuat perubahan drastis pada hermeneutik, ia tidak lagi memahami hermeneutik
sebagai salah satu bidang pengetahuan instrumental khususnya metodologi
penafsiran pada kawasan ilmu-ilmu sosial. Heidegger memahami hermeneutik
sebagai bentuk ontologi mengada-di-dalam-dunia dan sebagai cara memandang
dunia. Jadi, pusat kajian Hemeneutik Heideggerian adalah Faktisitas Dasein.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar